Widget HTML Atas

7 Hal Yang Diabaikan dalam Memulai Usaha Kuliner

7 Hal Yang Diabaikan dalam Memulai Usaha Kuliner

Usaha kuliner memang sudah mewabah sejak lama di Indonesia. Banyak usahawan dan usahawati sudah mengenyam kesuksesan  setelah menggeluti usaha kuliner dengan memulai usaha kuliner dari nol. Ini memang bukan membangun bisnis dalam satu malam, karena dibutuhkan waktu yang panjang dan kerja keras.

7 Hal Yang Diabaikan dalam Memulai Usaha Kuliner

Maraknya penggunaan sosial media sesungguhnya memudahkan para pengusaha atau pelaku UKM membangun brand produk dengan lebih mudah. Brand yang kuat bakal membuat produk membangun fanatisme pada konsumen. Tetapi tetap butuh strategi marketing yang jitu dalam membangun brand produk.

Tiga langkah penting yang harus dilakukan UKM untuk membangun brand produk menjadi ternama dan dipercaya:

1. Memiliki visi dan menciptakan passion yang kuat

Media sosial dimanfaatkan dengan apik oleh Starbuck menjual brand-nya sebagai kedai kopi kelas internasional. Hasilnya, para pengunjung Starbuck bahkan dengan gembira sering mengirimkan foto-foto indah dan menarik berhubungan dengan aktivitas mereka dengan brand ini. Ini menandakan kuatnya hubungan Starbuck dengan para penyukanya.

Perusahaan-perusahaan besar yang sadar pentingnya membangun brand juga membangun komunikasi yang inten dengan para konsumennya untuk membangun kesetiaan konsumen. Cara ini sangat efektif membangun kepercayaan konsumen terhadap produk dan perusahaan lebih mudah menjelaskan visi kuat mereka.


2. Menciptakan Identitas yang Khas

Warung makan Super Sambal segera dikenal sebagai ‘SS’ adalah salahsatu warung makan yang sukses membangun brand sebagai warung makan yang menyajikan puluhan jenis sambal. Strategi ini fenomenal ini segera mengantarkan SS sebagai warung makan yang tak pernah sepi pengunjung. 

Sebagian besar warung SS bahkan selalu kebanjiran pengunjung sehingga banyak orang tidak kebagian tempat untuk menikmati hidangannya. Anehnya mereka rela mengantri demi mencicipi ragam sambal yang dimiliki warung ini.


3. Membangun brand dengan terbuka

Demi membangun brand dan kepercayaan konsumen, beberapa rumah produksi bakpia di Yogyakarta menerapkan open kichen alias dapur terbuka yang memperlihatkan seluruh proses pembuatan bakpia yang dijualnya. Bukan itu saja, bahkan beberapa dari rumah produksi itu mengajak pengunjung untuk turut serta terjun ke dapur, diajari cara membuat kulit bakpia, membentuk bundaran berisi beragam isi dengan cita-rasa dan memasaknya secara langsung.

Cara ini sangat efektif menciptakan kepercayaan pada konsumen bahwa produk itu sangat dekat dengan konsumennya dan memang diciptakan untuk mereka. Untuk memperkuat ikatan produk dengan konsumen, aktivitas seperti ini lantas diunggah ke media sosial sehingga bisa menimbulkan ikatan sosial yang lebih luas lagi.

Beberapa strategi pemasaran di atas menjadi perhatian penting banyak perusahaan saat ini termasuk para pelaku UKM. Soalnya, konsumen selalu menunggu inovasi yang baru dari para produsen.

Bisnis Kuliner

Meskipun demikian banyak hal penting yang sering diabaikan pengusaha memulai usaha kuliner online , diantaranya:

1. Usaha Kuliner Berhubungan dengan Rasa

Secara otomatis, makanan enak akan selalu diburu orang. Namun yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana memulai usaha kuliner yang benar dengan membuat cita rasa makanan yang kamu jual selalu stabil dan tidak pernah berkurang meskipun usaha Anda sudah maju. Konon banyak usaha kuliner yang menurunkan kualitas cita rasanya saat mereka sudah maju.

2. Usaha Kuliner Berhubungan dengan Kesabaran

Jangan berpikir kalau Anda langsung untung besar saat pertama kali membuka usaha kuliner. Usaha ini berhubungan erat dengan kesabaran yang kamu miliki. Kamu harus siap saat makanan yang kamu jual tidak laku dan Anda akan mengalami kerugian berhari-hari. Yang paling penting, tidak boleh putus asa dan tetap menjalani usaha Anda dengan telaten.

3. Usaha Kuliner Berhubungan dengan Kebersihan dan Kerapian

Namanya juga usaha makanan, tidak heran kalau penyajiannya harus selalu menjaga kebersihan dan kerapian.  Tidak peduli dimana pun lokasi restoran atau tempat makan itu berada, Anda harus bisa meyakinkan tamu kalau usaha Anda itu higenis dan makanan yang disajikan tidak  akan membuat mereka sakit perut.

Pelayan yang rapi, bersih dan tidak berkeringat akan membuat pengunjung tersugesti kalau mereka berada di restoran yang tepat. Cara menghidangkan makanan yang tidak tumpah-tumpah juga akan mengisyaratkan kalau restoran itu cukup profesional.

4. Usaha Kuliner Berhubungan dengan Layanan

Pelayan yang selalu tersenyum dan ramah akan lebih disukai, meskipun makanannya bercita rasa pas-pasan. Sebaliknya, pelayan bermuka cemberut  akan menyebabkan makanan yang seharusnya enak menjadi hambar.
Makanan yang dihidangkan lebih cepat akan membuat pembeli senang, apalagi bila rasanya maknyosss. Jadi, usahakan memilih pelayan yang tepat untuk usaha kuliner Anda.

5. Usaha Kuliner tidak Harus Memiliki Modal Besar

Ini jelas tidak selalu benar. Anda bisa kok memulai usaha kuliner dari rumah, misalnya katering kecil-kecilan untuk teman yang mengadakan pesta. Bisa juga menyiapkan snack kotakan untuk acara kantoran. Promosi bisa dilakukan melalui media sosial seperti Facebook atau Path.

6. Usaha Kuliner itu Berhubungan dengan Kreatifitas

Usaha kuliner itu ibarat laboratorium dan Anda sebagai pihak yang melakukan percobaan. Be creative dengan menghasilkan makanan-makanan baru yang bercitarasa tinggi. Jangan Anda berpatokan terus menerus dengan makanan klasik yang rasanya itu-itu saja.

7. Usaha Kuliner yang Maju tidak Melulu Berhubungan dengan Lokasi

Tidaklah dipungkiri kalau lokasi memang menentukan majunya suatu usaha kuliner. Tetapi, Anda tidak perlu berpegang teguh dengan patron di atas karena itu tidak sepenuhnya benar. Banyak kok contoh usaha kuliner yang lokasinya tidak strategis namun selalu mendapat serbuan pengunjung.

Kunci dari kesuksesan memulai usaha kuliner online itu sebenarnya adalah promosi, promosi, dan promosi selain cita rasa yang stabil. Anda juga bisa memberikan potongan diskon untuk makanan tertentu sehingga bisa menarik pengunjung.

No comments for "7 Hal Yang Diabaikan dalam Memulai Usaha Kuliner"