Widget HTML Atas

Ramadhan 2020

Ramadhan 2020

Ramadhan 2020

Artikel Bulan Ramadhan- Puasa Ramadan 2020 merupakan ibadah Umat Muslim yang dilaksanakan pada bulan Ramadan yang jumlah harinya antara 29 dan 30 hari dalam berpuasa. Menurut ajaran Islam dalam berpuasa di bulan Ramadhan dapat dapat menghapus kesalahan atau terampuni dosa yang telah diperbuat selama ini.

KAPANKAH RAMADHAN 2020
Ramadhan 2020 diperkirakan akan dimulai pada hari Jumat, 24 April, 2020 (mengacu ke Arab Saudi) dan akan berakhir pada hari Sabtu, 23 Mei 2020. Idul Fitri 2020 diperkirakan akan dirayakan pada hari Minggu 24 Mei 2020. Ini adalah tanggal tentative, karena tanggal mulainya Ramadhan 2020 yang sebenarnya bergantung pada hasil pengamatan bulan atau penentuan Hilal.

Pengertian Puasa Ramadhan

pengertian puasa ramadhan

Puasa atau dalam bahasa arab disebut shaum atau shiyam yang berarti menahan diri, pada dasarnya bersifat universal. Saudara-saudara kita yang beragama lain bahkan penganut aliran kepercayaan sekalipun melaksanakan puasa. Demikian pula umat bangsa-bangsa sebelumnya seperti bangsa Mesir kuno yang menyembah berhala, bangsa Yunani dan bangsa Romawi juga melaksanakan puasa.

Puasa Ramadhan memiliki keutamaan yang berbeda dengan puasa-puasa lainnya, baik yang dilakukan non muslim maupun muslim. Puasa Ramadhan adalah puasa yang diperintahkan Allah SWT sebagaimana dinyatakan dalam Firman Allah Surat Al Baqarah ayat 183 

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 

(“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”).

Untuk melaksanakan puasa Ramadhan banyak syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, termasuk reward (pahala) dan punishment (dosa) bagi mereka yang melaksanakan dan meninggalkannya.

Puasa Ramadhan sebagaimana namanya hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan dan tidak dapat dilaksanakan pada bulan lain, kecuali untuk meng-qadha. Puasa harus dimulai dengan niat pada malam sebelum puasa, dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari; dilarang makan, minum, bersetubuh pada waktu puasa; diwajibkan kepada yang beragama Islam, berakal, balig, suci, dll.

Syarat wajib Puasa Ramadhan

Syarat wajib puasa adalah syarat yang harus ada ketika akan menjalankan ibadah puasa. Segala jenis ibadah puasa mulai dari yang wajib di bulan Ramadan, dan sunnah, harus melaksanakan semua syarat wajib puasa.

Syarat wajib puasa adalah sebuah syarat yang bisa membuat puasa menjadi lebih sah dan juga tidak sia-sia. Tidak sia-sia di sini dimaksudkan bahwa puasa yang dilakukan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT secara penuh.


Syarat wajib puasa Ramadan, mungkin agak sedikit berbeda dengan syarat wajib puasa sunnah. Namun sebagian besar syarat wajib puasa setiap jenisnya adalah sama. Perbedaannya mungkin hanya pada waktu pelaksanaannya saja. Puasa sunnah dilaksanakan kapan saja sesuai dengan waktu puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis, puasa Daud, dan lain sebagainya. Sedangkan puasa Ramadan dilaksanakan saat bulan Ramadan saja.

Untuk lebih jelasnya mengenai syarat wajib puasa, berikut ini Liputan6.com sudah merangkum dari berbagai sumber, Senin (6/5/2019) beberapa syarat wajib puasa dan apa saja yang bisa membatalkan puasa.


Syarat Wajib Puasa
Syarat wajib Puasa Ramadhan


1. Islam

Syarat wajib puasa yang pertama dan paling utama adalah beragama Islam. Orang yang menjalankan ibadah puasa dalam Islam harus beragama Islam atau seorang muslim dan muslimah. Selain itu, puasa juga masuk dalam rukun Islam yang ke empat.

2. Baligh

Baligh adalah suatu tanda atau batasan seorang muslim dan muslimah yang sudah dewasa dan mampu membedakan yang benar dan yang salah. Tanda baligh untuk laki-laki dan perempuan berbeda. Untuk laki-laki, baligh ditandai dengan keluarnya air mani dari kemaluan baik dalam keadaan tidur atau saat terjaga. Kamudian untuk perempuan adalah ketika ia sudah haid atau menstruasi.

Jika kedua tanda di atas tidak muncul, maka batas umur seseorang dinyatakan baligh dalam Islam adalah ketika umurnya sudah 15 tahun.

3. Berakal Sehat

Syarat wajib puasa berikutnya adalah berakal sehat, atau tidak mengalami gangguan jiwa. Orang yang tidak berakal sehat atau mengalami gangguan jiwa, tidak diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Hal ini disebabkan karena orang dengan gangguan jiwa atau tidak berakal sehat tidak bisa membedakan yang benar atau yang salah. Selain itu, tidak berakal sehat karena mabuk juga tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Namun ia harus menjalankan ibadah puasa setelah ia sembuh atau tidak mabuk lagi di hari berikutnya.

4. Sehat

Syarat wajib puasa berikutnya adalah sehat. Jika kamu akan menjalankan ibadah puasa, kamu harus sehat atau tidak sedang dalam keadaan sakit. Jika kamu sedang sakit, dikhawatirkan jika kamu menjalankan ibadah puasa, maka sakit yang diderita akan semakin parah. Kemudian jika kamu tidak bisa menjalankan ibadah puasa karena sakit, maka kamu harus mengganti puasa tersebut. Bisa menggantinya dilain waktu, atau mengganti puasa dengan membayar denda atau fidyah.

5. Mengetahui Bulan Ramadan

Syarat wajib puasa berikut berlaku untuk ibadah puasa yang dilakukan saat bulan Ramadan. Jika kamu sudah melihat hilal, maka kamu diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa. Namun mungkin kemampuan untuk melihat hilal tidak semua orang bisa melakukannya karena kendala alat. Maka dari itu, ada sidang isbat yang biasanya dilakukan oleh Kementrian Agama atau organisasi Islam lainnya. Puasa di bulan Ramadan juga dijelaskan dalam sebuah hadist sebagai berikut.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Artinya: Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, jika hilal hilang dari penglihatanmu maka sempurnakan bilangan Sya’ban sampai tiga puluh hari.


Yang Membatalkan Puasa dan Membuat Puasa tidak Sah

Jika di atas adalah syarat wajib puasa, maka berikut ini adalah hal-hal yang bisa membatalkan puasa.

1. Makan dan minum secara sengaja dan terus menerus

Makan dan minum secara sengaja adalah hal yang bisa membatalkan puasa. Karena memang puasa sendiri pada intinya adalah menahan lapar dan dahaga.

2. Melakukan hubungan badan.

Melakukan hubungan badan bisa membatalkan puasa. Namun jika melakukan hubungan badan antara suami dan istri ketika setelah berbuka dan sebelum imsyak maka tidak membatalkan puasa. Namun setelah melakukan hubungan badan, harus segera membersihkan diri dan mensucikan diri dengan mandi wajib.

3. Keluar air mani karena disengaja atau karena bersentuhan.

Bagi laki-laki jika keluar air mani secara disengaja maka akan membatalkan ibadah puasa. Namun jika air mani keluar tanpa disengaja seperti karena mimpi basah, maka puasa tidak batal, namun wajib melakukan mandi wajib.

4. Perempuan yang mengalami haid atau nifas.

Perempuan yang mengalami haid atau menstruasi, dan sedang mengalami nifas atau keluar darah karena melahirkan maka puasanya tidak sah atau batal.

5. Muntah karena disengaja.

Muntah disengaja juga membuat puasa menjadi batal.

6. Gila, mabuk, atau hilang akal.

Gila atau mabuk kemudian sampai hilang akal, juga akan membuat puasa menjadi tidak sah dan batal.

7. Murtad atau keluar dari agama Islam.

Seseorang yang keluar dari Islam juga tidak sah ibadah puasanya.


Doa Doa Pada Bulan Puasa Ramadhan

Doa Menjelang Puasa Ramadhan
Doa Menjelang Puasa Ramadhan

Doa Niat Puasa Ramadhan


نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَان هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى

“Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita’ala”

Artinya: “Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala


Doa Setelah Berbuka Puasa

اللَّهُمَّ اِنِّى لَكَ صُمْتُ وَبِكَ امنْتُ وَعَليْكَ تَوَكّلتُ وَ عَلى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ

Allahumma inni laka sumtu wa bika aamantu wa alayka tawakkaltu wa ala rizq-ika-aftartu

O Allah! I fasted for You and I believe in You and I put my trust in You and I break my fast with Your sustenance

Abu Dawud: 2358


Amaliah Bulan Puasa Ramadhan

Seseorang dapat memaksimalkan Pada Bulan Ramadhan berkah ini dengan melakukan amalan baik berikut:


  • Memperbanyak Membaca Quran

Memperbanyak Membaca Quran

Ramadhan juga disebut sebagai bulan Al-Quran sehingga kita harus membaca Al Quran selama sebulan penuh. Shalat Tarawih adalah salah satu cara umat Islam menyelesaikan membaca Al-Qur'an yang dilakukan di masjid-masjid. Merupakan hal mustahab (suatu tindakan yang mendapat pahala, tetapi yang tidak mengerjakannya tidak dihukum) bagi Muslim untuk membaca Qur'an selama Ramadhan dan berusaha untuk mengkhatamkannya, tetapi itu tidak wajib. Beberapa Muslim melakukannya dengan menyelesaikan satu (1) Juz setiap hari selama 30 Hari Ramadhan.



  • Berusaha Menemukan Malam Lailatul Qadar

Berusaha Menemukan Malam Lailatul Qadar

Lailat ul Qadr, juga disebut 'Malam Kemuliaan’ adalah salah satu malam paling didambakan pada Tahun Islam. Tidak dijelaskan malam mana yang merupakan malam Lailatul Qadar. Namun, menurut ajaran otentik Nabi Muhammad (SAW), umat Islam disarankan untuk menghabiskan malam Ramadhan ke-21, 23, 25, 27 dan 29 dengan beribadah dan melakukan amalan baik untuk memastikan bertemu dengan Lailatul Qadar.



  • Melaksanakan Itikaf

Melaksanakan Itikaf 10 terakhir bulan puasa ramadhan

Itikaf berarti berada di dalam Masjid atau di rumah dengan tujuan semata-mata mendedikasikan waktu untuk beribadah kepada Allah (SWT). Merupakan Sunah-Al-Muaqidah (Sunah yang sangat dianjurkan) untuk duduk itikaf dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Seseorang dapat memulai Itikaf setelah matahari terbenam tanggal 20 Ramadhan, dan mengakhirinya ketika bulan untuk Idul Fitri terlihat. Sunah tetap sama jika bulan Ramadhan terdiri dari 29 hari maupun 30 hari.

Diceritakan oleh Aisyah (RA):

"Nabi (SAW) senantiasa beri'tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliaupun beritikaf seperti itu sepeninggal beliau."

(Sahih Bukhari: 2026)



  • Melaksanakan Shalat Sunah Malam Ramadhan (Tarawih)

Melaksanakan Shalat Sunah Malam Ramadhan (Tarawih)

Tarawih adalah shalat tambahan yang dilakukan beberapa komunitas muslim di malam hari setelah Shalat Isya selama Ramadhan. Secara tradisional, seorang Hafiz (penghafal) Al-Quran memimpin sholat. Dia membaca Quran dalam porsi kecil, dalam urutan yang tepat, setiap malam dan menyelesaikan pembacaan seluruh Quran sebelum akhir bulan Ramadhan.

Setiap Muslim yang menghadiri sholat semacam itu secara teratur mendapat kesempatan mendengarkan seluruh Quran dalam sebulan.


  • Membayar Zakat

Membayar Zakat Pada Bulan Ramadhan

Zakat adalah salah satu Rukun Islam, dan beramal menjadi lebih penting selama bulan Ramadhan. Ini adalah cara untuk memurnikan kekayaan Anda atas kehendak Allah dan dibayarkan untuk aset yang dimiliki lebih dari satu tahun lunar. Zakat yang terkumpul harus diberikan kepada orang yang kurang mampu dan berhak.

Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam. Ini mempromosikan konsep persaudaraan di kalangan umat Islam karena memastikan bahwa akumulasi kekayaan dihindari dan didistribusikan di antara semua orang sehingga itu beredar dan orang-orang yang kurang beruntung juga dapat menikmati manfaatnya.

Pada bulan Ramadhan, semua amalan baik memiliki pahala lebih dari pada bulan-bulan lainnya. Inilah sebabnya mengapa banyak orang memilih berzakat (sadaqah) kepada orang yang kurang mampu di bulan ini.


Pastikan selama berpuasa Ramadhan

1- Tetap berpuasa selama Ramadhan dengan niat hanya untuk mencari pahala dari Allah.

2- Laksanakan shalat lima waktu dengan tepat waktu dengan berjamaah.

3- Memberikan makanan kepada orang-orang yang berpuasa (berbuka) dan juga banyak beramal.

4- Jika memungkinkan, lakukan umrah selama bulan Ramadhan karena pahalanya sama dengan berhaji. (Tirmidhi: 939)

5- Lindungi diri Anda dari melakukan perbuatan buruk seperti berbohong, mengutuk, bergibah dan memfitnah dll.

6- Meningkatkan zikir kepada Allah, memohon ampunan, meminta surga dan perlindungan dari neraka.

7- Melaksanakan lebih banyak shalat sunah (Nawafil). Meningkatkan doa bagi diri sendiri, orang tua, anak-anak, dan umat muslim.


Ramadhan merupakan bulan ibadah dan kontemplasi. Setiap Muslim harus mempersiapkan diri mereka untuk menerima berkah rahmat dari Allah selama bulan ini dengan berdiri dalam shalat, meminta pengampunan Allah, beribadah dengan iman yang tulus dan mengharapkan pahala Allah (di kedua dunia).

Hikmah Puasa Ramadhan

hikmah puasa ramadhan

Bagi mereka yang melaksanakan puasa Ramadhan, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlimpah. Disamping keutamaan-keutamaan puasa, dalam bulan Ramadhan Allah SWT juga menjanjikan pahala yang berlipat untuk ibadah atau perbuatan baik lainnya.

Bagi mereka yang meninggalkan puasa karena suatu alasan yang dibenarkan, Allah SWT mewajibkan untuk menggantinya di waktu lain, sedangkan bagi mereka yang tidak mampu melaksanakan puasa mereka wajib membayar fidyah (Al Baqarah : 184-185). Bagi mereka yang sengaja tidak melaksanakan puasa tanpa suatu alasan yang dibenarkan akan mendapat dosa.

Ketentuan-ketentuan Allah SWT mengenai puasa Ramadhan yang demikian sempurna mengisyaratkan kemuliaan dan pentingnya puasa bagi orang yang beriman, yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa.

“Siapa pun yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, dosa masa lalunya akan diampuni”

(Sahih Bukhari: 38)

Gerbang Surga dibuka

Diriwayatkan oleh Abu Huraira (RA) bahwa Rasulullah (SAW) mengatakan:

"Ketika bulan Ramadhan dimulai, gerbang surga dibuka dan gerbang neraka ditutup dan iblis dirantai."

(Sahih Bukhari: 1899)

Pahala dari semua perbuatan baik ditingkatkan tujuh puluh kali lipat

Salman Farsi (RA) mengatakan bahwa pada hari terakhir Syaban, Rasulullah (SAW) berbicara kepada kami dan berkata:

‘Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah. Siapa yang mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan (pada bulan itu), seolah-olah ia mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan lainnya. Siapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan yang lain, ia seolah-olah mengerjakan tujuh puluh kebaikan di bulan lainnya.’

Dengan demikian puasa Ramadhan memiliki makna ketaatan mahluk pada Penciptanya karena dengan berbagai persyaratan yang ditentukan dengan ikhlas kita tetap melaksanakannya dan sekaligus menjadi media untuk meningkatkan kualitas diri, yaitu dengan shaum dari perbuatan yang tidak baik, tetapi memperbanyak perbuatan baik.


No comments for "Ramadhan 2020"