Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

E Learning MAN 1 Bandar Lampung

E Learning MAN 1 Bandar Lampung

Keberadaan teknologi informasi tak dapat disangkal sangat mempengaruhi kemajuan jaman. TI telah menawarkan media baru untuk menyebarkan informasi, yaitu media digital, dimana informasi tersusun tidak lagi atas atom-atom, tetapi dalam bit-bit, dan karenanya mempercepat penyebarannya. Lahirnya e-mail, e-business, e-commerce, e-cash, e-money, e- banking, e-government, e-learning dan sebagainya merupakan beberapa dampak penerapan TI.

Terkait dengan hal tersebut, e-learning dewasa ini telah menjadi kebutuhan, bukan lagi keharusan ataupun keterpaksaan. Penggunaan e-learning dalam proses pembelajaran pun sudah tak terelakkan, ditambah dengan adanya wabah virus corono di tahun 2020 ini maka semua lembaga pendidikan menggunakan sistem e-learning.

Salah satunya adalah lembaga pendidikan MAN 1 Bandar lampung sudah menggunakan pembelajaran e learning man 1 bandar lampung.
Pembelajaran berbasis internet merupakan salah satu manifestasi e-learning yang paling populer, yang menawarkan berbagai keuntungan seperti kesempatan belajar yang lebih fleksibel tanpa terikat ruang dan waktu, mempermudah masyarakat mengakses pendidikan, memperkaya materi pembelajaran, menghidupkan proses pembelajaran, membuat proses pembelajaran lebih terbuka, meningkatkan efektivitas pembelajaran, serta mendukung siswa untuk belajar mandiri (Manninen&Matikainen, 2000:18).

Istilah e-learning sendiri tidak terlepas dari penerapan ICT
(Information and Communication Technology) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dimana e-learning menjadi salah satu bentuk implementasinya.

Namun, implementasi TIK dalam pembelajaran seringkali hanya dikaitkan dengan penggunaan internet dalam proses belajar mengajar. Padahal, istilah electronic pada e-learning tidak terbatas pada internet saja, terlebih ketika tidak semua orang memillik akses terhadap internet, anggapan semacam tersebut diatas dapat membendung semangat pihak-pihak yang ingin mempraktikkan e-learning.

Sebagai contoh, data Depdiknas menunjukkan bahwa meskipun 90% siswa SMA dan 95% siswa SMK telah memiliki komputer, kurang dari 25% SMU dan 10% SMK yang telah berhubungan dengan internet (Mohandas, 2003 dalam Wahid, 2007).

Bahkan di tingkat perguruan tinggi, kesadaran
dalam memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) dalam proses pembelajaran masih sangat kurang.

Mohandas menambahkan bahwa dari keseluruhan proposal teaching grant yang masuk, hanya 29,69% yang usulannya memanfaatkan media berbasis teknologi komputer. Juga, media berbasis TI hanya dimilliki oleh 15,54% PTN, dan 16,09% PTS. Mahasiswa dan dosen yang memiliki akses terhadap TI pun sangat kecil jumlahnya, hanya 16,65% dan 14,59%. Yang sudah memiliki media berbasis teknologi dan akses terhadap TI pun tidak berarti telah memanfaatkannya dengan
baik atau maksimal.

Melihat fenomena di atas, tulisan singkat ini dimaksudkan untuk membukakan mata para pembacanya akan kemungkinan-kemungkinan penerapan TIK dalam proses pembelajaran dan manfaat yang dapat dipetik dari penggunaan TIK tersebut.

Mengingat media elektronik merupakan hasil atau bentuk teknologi informasi, maka dapat ditarik benang merah bahwa e-learning merupakan bagian atau salah satu contoh penggunaan atau penerapan teknologi informasi dan komunikasi.

Meskipun begitu, belum adanya standard yang baku baik dalam hal definisi maupun implementasi e-learning menjadikan banyak orang mempunyai konsep yang bermacam-macam tentang apa sesungguhnya elearning
itu.

Sebagaimana dikutip langsung dari Surjono, dkk, Gilbert & Jones (2001) mendefinisikan e-learning sebagai pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik seperti internet, intranet/extranet, satellite broadcast, audio/videotape, interactive TV, CD-ROM dan computer- based training.

Berikut Halaman web e learning man 1 bandar lampung : https://elearning.man1bandarlampung.sch.id

Post a Comment for "E Learning MAN 1 Bandar Lampung"